Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sastra

Kewajiban seorang penyair

Bagi siapa saja yang tak mendengarkan laut jumat pagi ini, bagi siapa saja yang terpenjara di dalam rumah, kantor, pabrik atau perempuan atau jalanan atau penambangan atau sel yang kering baginyalah aku datang dan tanpa berbicara atau memandang aku tiba dan membukakan pintu penjaranya dan sebuah getaran dimulai, samar-samar dan tanpa henti, sebuah gemuruh petir yang panjang menceburkan dirinya ke tubuh planet dan buih, sungai-sungai yang mengerang di samudera pasang, bintang bergetaran cepat dalam lingkarannya dan laut berdenyut, mati dan terus berdenyut. Maka seperti tergambar pada takdirku, tanpa henti-hentinya aku mesti mendengarkan dan menjaga keluh kesah laut dalam kesadaranku, mesti merasakan empasan ombak dan mengumpulkannya dalam gelas abadi sehingga di mana pun, barangkali yang di dalam penjara, di mana pun mereka menderita hukuman pada musim gugur, aku mungkin hadir bersama gelombang pesan, aku mungkin keluar-masuk melalui jendel...

Puji-pujian bagi pakaian yang hendak disetrika

Puisi itu putih : muncul dari air yang terbungkus bulir-bulirnya ia kisut dan bertumpuk, ia mesti dibentangkan menjadi kulitnya planet, mesti disetrika menjadi putihnya laut, tangan-tangan terus menggosoknya, permukaan-permukaannya pun menjadi halus begitulah segalanya dikerjakan : tangan-tangan menciptakan dunia setiap hari, api dikawinkan dengan baja, kain kanvas, linen dan katun kembali dari pencucian dan di luar cahaya seekor burung lahir kemurnian yang kembali dari pusaran.                     Pablo Neruda        

SONNETS XCV

Who ever desired each other as we do? Let us look for the ancient ashes of hearts that burned, and let our kisses touch there, one by one, till the flower, disembodied, rises again. Let us love that desire that consumed its own fruit and went down, aspect and power, into the earth We are its continuing light, its indestructible, fragile seed That desire, interred in time’s deep winter, by snows and spring-times, absence and autumns, bring to it the apple’s new light, that freshness disclosed by a strange wound, like that ancient desire that journeys in silence through submerged mouths eternities                                                             ...

SONNET LXXIX

Tie your heart at night to mine, love and both will defeat the darkness like twin drums beating in the forest against the heavy wall of wet leaves Night crossing,  black coal of dream that cuts the thread of earthly orbs with the punctuality of a headlong train that pulls cold stone and shadow endlessly Love, because of it, tie me to a purer movement, to the grip on life that beats in your breast, with the wings of a submerged swan, So that our dream might reply to the sky’s questioning stars with one key, one door closed to shadow.                                        Pablo Neruda

Saya Mencari

Ke surga melihat panjang mencari sedikit hidup Bintang tidak menanggapi untuk menerangi untuk tertawa Gelombang lenyap dari legiun kenangan mencoba mencuri serpihan meninggalkan dalam keheningan semua hilang dalam mimpi suara orang mengelilingi mencoba mencari terbang di langit angin telah menghempas bagai syal tua tidak harus menggali lebih di tempat-tempat sebagai orang asing tidak bisa memberikan dalam setiap mengejar jejak kenangan menggambar bayangan jejak kaki dan bayangan hilang dalam kesendirian keberuntungan tidak datang  tidak bisa memberikan                                            Te Busco